Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Sembalun, tapi kalau waktunya singkat, rasanya sekadar berkeliling bersepeda atau naik scooter rasanya sudah sangat menghibur. Tidak semua pengunjung bepergian ke Sembalun untuk tujuan mendaki bukit-bukit, apalagi Gunung Rinjani. Tidak melulu pula datang untuk menghabiskan waktu di sana setidaknya semalam, meski memang hal tersebut menyenangkan. Bisa menikmati tenang, pun melihat indahnya langit penuh bintang tanpa sedikit pun polusi cahaya.
Tetap Seru Meski Tidak Menginap
Terkadang ada yang datang pagi pulang sore, bahkan datang pagi pulang siang, atau semacamnya. Intinya, datang dan pulang di hari yang sama, alias tidak menginap. Setiap orang tentu punya alasan tersendiri. Lantas, apa yang bisa dinikmati dengan waktu yang singkat tersebut? Banyak sih. Sekadar melihat panorama kotak-kotak lahan kebun di sana, hijaunya bukit-bukit, Gunung Rinjani yang menawan sekali, merasakan udara dingin dengan suhu kecil, berbelanja aneka sayuran segar, memetik stroberi, dan berkeliling Sembalun dengan sepeda maupun scooter.
Bersepeda Santai Maupun Naik Scooter di Sembalun
Anak-anak terkadang suka bingung kalau diajak ke Sembalun. Entah memang waktunya singkat, atau mereka cenderung lebih suka lanskap pantai. Bagi mereka, kalau sudah melihat bukit-bukit dan gunung, menikmati udara dingin, memetik stroberi, terus apa? Sampai suatu hari terpikir sebuah ide: seru kali ya bawa sepeda lipat ke sana? Alhamdulillah, sepeda lipat tersebut ada manfaatnya. Sempat khawatir nanti di sana akan dikendarai di mana? Jalurnya kan naik turun ekstrim semua. Ah, kami lupa, bahwa di area permukiman warga, treknya cenderung bersahabat. Apalagi di sekitar rest area Sembalun. Bisalah…untuk sekadar bersepeda santai.
Menariknya lagi, rupanya di sana sudah ada sejumlah jasa sewa sepeda dan scooter Sembalun. Banyak! Sepedanya pun ala-ala sepeda piknik gitu, komplit dengan topinya. Jadi aesthetic saat dipotret. Demikian pula scooternya, bentuk dan warnanya bermacam-macam.
Tarif Sewa Sepeda dan Scooter di Rest Area Sembalun
Untuk sepeda, seperti yang sudah kami sampaikan di awal, itu kami bawa sendiri ya. Meski demikian, rupanya di sini pun ada yang menyewakan. Untuk tarifnya, berikut yang berlaku khusus untuk jasa yang kami gunakan di rest area sembalun. Sewa sepeda Rp40.000,- per jam, sedangkat scooter Rp60.000,- per jam. Kalau mau lebih sip, bisa ambil paket komplit (lengkap foto dan video), tarifnya sebesar Rp240.000,- untuk sepeda, dan Rp260.000,- untuk scooter.
Ada sejumlah jasa sewa di sana, tapi tarifnya sepertinya sama kok atau mirip-miriplah. Nah jangan khawatir kalau biaya tersebut kemahalan, atau mungkin waktu teman-teman mepet dan harus segera pulang. Seperti yang kami lakukan kemarin, coba nego, syukurnya mereka mau kok disewa untuk 10-30 menit saja, biayanya jadi Rp10.000 – Rp30.000,-. Intinya jadi Rp10.000,- per menit deh. Tarif tersebut sudah termasuk perlengkapan helm yaa, mantap deh. Kondisi sepeda maupun scooter terawat, kalau sampai ada yang bermasalah/listriknya habis (untuk scooter listrik), bakal segera dibantu untuk diganti unitnya.
Cara Asyik Menikmati Sembalun
Kami yang biasanya menikmati Sembalun di balik jendela mobil, di atas motor, maupun saat sedikit berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya, jadi punya pengalaman berbeda. Ternyata seru juga bersepeda santai atau naik scooter begini. Anak-anak juga jadi berasa main-mainnya, tentunya dengan tetap memperhatikan keamanan di jalan ya. Oh ya, jangan bayangkan juga bersepedanya semacam bersepeda ala atlet/olahragawan, no…no… ya, ini bukan di trek naik turun dengan elevasi tinggi. Cuma sekitar rest area Sembalun saja. Hahaha. Tapi cukuplah untuk merasakan vibes bersepeda di daerah tinggi, dengan udara dingin, dan kabut yang turun.
Saya dan si kecil menyewa scooter listrik di sana. Si kecil diawasi oleh Ayah saat bermain di rest area Sembalun, sesekali mereka berkeliling berboncengan. Sementara saya dan kakaknya, memutuskan memilih jalur lain, oh ya, si kakak pakai sepeda yang dibawa dari rumah ya. Kami melihat beberapa homestay dengan area campnya, warung kopi, kebun stroberi warga, masjid dan sekolah Islam yang baru berdiri di sana, serta masih banyak lagi.
–
Meski sebentar, anak-anak senang punya pilihan aktivitas saat bepergian ke Sembalun. Ternyata bersepeda santai maupun naik scooter begini asyik juga. Walaupun endingnya: jadi kapan kita berenang di pantai? hahaaha.


No Comments