Sinergitas Media dan Sejumlah Asosiasi dalam Membangun Pariwisata NTB Posted on 27 April 201828 April 2018 By andyhardiyanti Sinergitas Media dan Sejumlah Asosiasi dalam Membangun Pariwisata NTB. Dari mana kita mendapatkan informasi tentang suatu objek wisata? Televisi, koran, majalah, website, atau media sosial? Sebagian orang mungkin ada yang bepergian setelah mendengarkan langsung cerita perjalanan dari kawan/kerabatnya. Namun di zaman sekarang, saya percaya bahwa media berperan penting dalam mempromosikan keindahan suatu tempat. Entah itu media cetak (koran, majalah), maupun media elektronik (televisi, termasuk juga konten digital di internet). Tidak heran jika belakangan ini semakin banyak saja konten yang membahas tentang sektor pariwisata. Eitt..tapi, konten pariwisata seperti apa sih yang kita harapkan? Tingkatkan Kondusifitas Pariwisata Melalui Informasi yang Positif Pariwisata NTB dan Tren Positif Sekadar info, pariwisata NTB khususnya Lombok beberapa bulan terakhir -yang katanya low season– justru ketiban rezeki. Ya, teman-teman bisa cek sendiri ketersediaan kamar hotel di Lombok. Full-nya jadwal meeting di sejumlah hotel mengakibatkan nyaris semua kamar disiapkan untuk para peserta. Tidak jarang, mereka harus memesan kamar di hotel lain karena hotel tempat berlangsungnya meeting sudah kehabisan kamar. “Lombok Sumbawa sebenarnya sedang low season. Tapi Alhamdulillah justru di minggu-minggu ini akan ada banyak meeting, sehingga okupansi tetap bagus,” ungkap Lalu Abdul Hadi Faisal selaku Ketua PHRI NTB pada keterangan persnya di Golden Palace Hotel, Kamis (26/4). Lalu Abdul Hadi Faisal, yang juga merupakan GM D’Praya Hotel menegaskan bahwa pariwisata NTB saat ini sedang berada pada tren yang positif. Menurutnya, jangan sampai citra positif yang telah dibangun bersama, hilang dalam sekejap karena adanya beberapa pemberitaan negatif. Dirinya menghimbah kepada rekan-rekan media agar dapat membantu menjaga kondusifitas ini, bukan malah sebaliknya. Pentingnya Informasi Positif bagi Sektor Pariwisata di NTB Sejumlah asosiasi seperti PHRI, IHGMA, dan AHM telah melakukan banyak hal demi memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan, khususnya di NTB. IHGMA misalnya, dimana beberapa hari kemarin mereka baru saja melahirkan 13 GM yang lulus Sertifikasi Kompetensi Hotel Expert Level 8. Tidak hanya itu, sejak berdiri di tahun 2016, total sudah ada sekitar 5000-an SDM yang disertifikasi. Hal tersebut dilakukan tidak lain adalah untuk menjadikan pariwisata NTB lebih baik lagi, termasuk dari sisi kesiapan SDM perhotelannya. Baca Juga: Rakerda IHGMA Lombok, Komitmen Untuk Terus Bermanfaat Bagi Pariwisata NTB “Kami di IHGMA Lombok sejauh ini telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan peningkatan kualitas pelayanan hotel, villa dan resort melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. Sehingga SDM yang ada dapat memberikan pelayanan paripurna dan memberikan kesan yang baik bagi wisatawan yang datang,” tegas Erik Tumbelaka selaku Ketua IHGMA Lombok. Ernanda Agung Dewobroto, yang merupakan Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), menjelaskan bahwa fokus utama dari hotel-hotel yang berada di kota yakni Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE). Menurutnya, pemberitaan terkait adanya hotel yang menyediakan tempat karaoke plus plus, itu tidak bisa disamaratakan. “Jika memang ada hotel yang melanggar, silahkan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Sebagaimana yang kita ketahui, pariwisata ini adalah hal yang sensitif. Jangan sampai karena 1-2 hotel yang melanggar, lalu kemudian semua terkena dampaknya,” tegas Ernanda yang juga GM dari Golden Palace Hotel Lombok. Sinergitas Media dan Sejumlah Asosiasi dalam Membangun Pariwisata NTB Kerja keras yang telah dilakukan oleh sejumlah asosiasi tadi tentu sia-sia ketika kemudian muncul pemberitaan yang kurang bijak. Mereka belajar, mengikuti berbagai pelatihan, hingga akhirnya berjuang untuk lulus ujian kompetensi. Tidak lain dilakukan demi meyakinkan para wisatawan, bahwa kemampuan SDM perhotelan yang ada di NTB tidaklah main-main. Mereka adalah orang-orang yang berkompeten, yang siap melakukan pelayanan terbaik sesuai standar yang berlaku. Baca Juga: IHGMA Chapter Lombok, Gelar Workshop Road To General Manager Banyak yang mengatakan bahwa bad news is a good news. Tapi apa iya hal tersebut mau diaplikasikan ke dalam sektor pariwisata pula? Saya rasa akan lebih bijak jika kita mengeluhkan dan melaporkannya langsung pada pihak terkait. Kalau sudah lelah mengeluh lalu kemudian tidak mendapatkan tanggapan, baru deh naikkan ke media. Jangan sampai karena satu pemberitaan yang baru berjudul “kabarnya”, lantas kemudian berakibat buruk pada seluruh pihak yang berada di sektor yang sama. Sektor pariwisata. Jadi guys, semoga sinergitas media dan sejumlah asosiasi pariwisata di NTB kedepannya semakin lebih baik. Sehingga Lombok Sumbawa tidak hanya dikenal memiliki objek wisata yang menakjubkan, tetapi juga menjadi destinasi dengan pelayanan terbaik kepada para tamunya. Informasi asosiasimediapariwisata
Informasi Sore di Qunci Villas: Tentang IHGMA, LSP PBI dan Pentingnya Sertifikasi Profesi Posted on 12 November 201615 November 2016 Sore di Qunci Villas: Tentang IHGMA, LSP PBI dan Pentingnya Sertifikasi Profesi. Jangan buru-buru kaget. IHGMA apa? LSP PBI apa? Sertifikasi Profesi apa? Sekarang saya ceritakan ya. Harap maklum kalau tulisan ini tidak dikemas seperti berita-berita lainnya. Penulisnya blogger euy! Gak mampu bahasa yang “gituan”. Yang gituan maksud lo? Iya…. Read More
Informasi Daftar Perpustakaan dan Taman Baca di Kota Mataram Posted on 8 October 202612 October 2026 Kini semakin banyak pilihan untuk mencari ruang yang tenang dan nyaman untuk membaca, mengerjakan tugas, atau sekadar melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk Kota Mataram. Seiring dengan berjalannya waktu, geliat literasi di kota ini terus mengalami perkembangan yang sangat positif. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya berbagai ruang baca yang tidak hanya… Read More
Informasi Makanan Ramah Iklim, Apa dan Bagaimana Memilihnya Posted on 21 February 2021 Makanan Ramah Iklim, Apa dan Bagaimana Memilihnya. Apa yang dimaksud dengan makanan ramah iklim? Yakni pilihan produk pangan lokal yang membantu meningkatkan ekonomi suatu daerah, mendukung para petani, perimba dan nelayan. Serta mengurangi gas rumah kaca dalam rantai pasokan makanan. Apakah saat ini kita sudah beralih mengkonsumsi jenis makanan tersebut?… Read More