Perjalanan Pertama Bersama Lombok Taksi 7 Seater - Blognya Andy Hardiyanti

Perjalanan Pertama Bersama Lombok Taksi 7 Seater

lombok taksi 7 seater

Perjalanan Pertama Bersama Lombok Taksi 7 Seater. Sejak diluncurkan di Lombok pada Jumat (1/3) lalu, unit Lombok Taksi 7 seater ini semakin mudah dijumpai. Saat mengendarai motor atau sekadar ke mini market depan rumah, entah sudah berapa kali saya melihatnya melintas di jalan. Sepertinya kehadiran kendaraan MPV (Multi Purpose Vehicle) jenis Toyota Avanza Transmover tersebut kian digemari. Sebenarnya saya pun penasaran seperti apa kenyamanan yang ditawarkan. Sebab pastilah berbeda rasanya berada di dalam taksi jenis Sedan dengan Transmover, lebih luas tentu saja. Lantas bagaimana tarifnya? Apakah sama atau tidak dengan unit Lombok Taksi pada umumnya?

Saya menunggu waktu dimana kami sekeluarga akan berangkat ke suatu tempat bersama. Bertujuh, tepat dengan jumlah tempat duduk yang disediakan oleh taksi 7 seater itu. Sayangnya karena kesibukan masing-masing, momen yang saya nanti tidak kunjung tiba. Maka saya putuskan untuk mencoba unit Transmover tersebut, tanpa harus menunggu kami sekeluarga bepergian. Kapan? Ya kapan saja saat saya ada urusan keluar rumah dan tidak bisa diantar oleh Papanya Rani.

Baca Juga: Launching Taksi 7 Seater, Jalan Jalan di Lombok Jadi #LebihTenang dengan Bluebird

Gayung pun bersambut, tibalah di satu waktu yang membuat saya akhirnya mencoba taksi 7 seater tersebut. Jadi di suatu siang saya bertamu ke rumah seorang teman, Widha namanya. Pas berangkat sih enak, nebeng sama kakak yang mau ke kampus. Di sana saya lumayan lama, ya cerita-cerita, temanin anak-anak main dan menikmati jalangkote yang dibawanya dari Dompu. Hari semakin sore terus saya ingat kalau ada janji dengan seorang teman pukul 17.00 nanti. Mau berangkat langsung ke sana, eh ada titipan untuk Ibu dari Widha. Lagian kasian juga Rani dan Tita kalau dibawa, soalnya ketemuannya di pinggir jalan, gerimis pula.

lombok taksi 7 seater

Blue Bird Van, Unit Lombok Taksi Jenis 7 Seater

Maka saya putuskan untuk memesan Lombok Taksi (Bluebird Group) dengan tujuan rumah. Rencananya mau ngedrop titipannya Widha, sekaligus turunin anak-anak. Sayanya lanjut ke tempat berikutnya untuk bertemu seorang teman (Dee) di Jalan Majapahit. Kalau biasanya saya pesan taksi lewat call center (0370) 627000 aja, kali ini saya memilih pakai aplikasi. Kenapa? Karena posisi rumahnya Widha ini agak ribet dan sayanya malas mau bolak balik jelaskan lewat telpon. Sedangkan dengan aplikasi My Blue Bird saya bisa lebih gampang memposisikan lokasi penjemputan. Posisi driver pun lebih mudah saya ketahui karena ditampilkan secara real time. Oh ya, berhubung rencananya mau mencoba taksi 7 seater maka saat memesan saya pilih jenis taksi Blue Bird Van.

Baca Juga: Pesan Taksi di Lombok Jadi Lebih Mudah dengan Aplikasi My Blue Bird

Tidak butuh waktu lama, unit Lombok Taksi tiba di lokasi penjemputan di Griya Cempaka Asri Jln Merdeka Raya. Kami bertiga (saya, Rani dan Tita) pun menaiki taksi. Sang driver sempat membuka pintu bagasi dipikirnya kami membawa sejumlah barang. Padahal gak ada dan iseng banget ini cuma tiga orang tapi naik 7 seater.

lombok taksi 7 seater

“Gak papa ya pak, saya cuma bertiga nih tapi pesan Blue Bird Van”, saya membuka pembicaraan.
“Hahahah gak papa kok bu”, jawab si driver singkat.
“Penasaran pengen coba nih pak, luas juga ya ternyata”, tambah saya.
“Iya bu, laris banget ini yang order 7 seater. Ada yang memang butuh banyak tempat, ada juga yang penasaran pengen coba”, jelas si driver.

Saya sangat menikmati interior dari Blue Bird Van ini. Kemiringan kursinya bisa diatur, kursi lebih tinggi, dan pastinya tempat kaki lebih lapang. Saya yang terbiasa menggunakan unit Lombok Taksi jenis Sedan bisa merasakan betul perbedaannya. Lantas bagaimana dengan pergerakan argometer alias tarifnya? Dengan kenyamanan lebih, apakah taksi 7 seater ini menetapkan tarif yang ‘lebih’ pula?

lombok taksi 7 seater

rute dari Griya Cempaka Asri menuju Lingkungan Majeluk (rumah)

Perjalanan Pertama Bersama Lombok Taksi 7 Seater

Ini bukan pertamakalinya saya menggunakan Lombok Taksi dari rumah Widha ke rumah saya di daerah Majeluk. Jadi saya sudah bisa memperkirakan berapa nominal yang akan ditunjukkan oleh argometer saat tiba, sekitar 20rb-an lah. Pokoknya gak sampai 30rb. Benar saja, begitu tiba di rumah argometer menunjukkan nominal 24rb++ (belakangnya saya gak ingat persis, lupa foto pula). Setelah menurunkan titipan untuk Ibu dan mengantar anak-anak ke dalam rumah, saya pun melanjutkan perjalanan. Masih dengan unit taksi yang sama, saya menuju ke lapak Dapur Terserah di Jalan Majapahit. Lapak spesialis makanan pedas dan Korea ini berada tepat di depan Kantor PU/seberang RS GUM.

Baca Juga: Makanan Korea, Gimana sih Rasanya?

lombok taksi 7 seater

Rute selanjutnya, dari Lingkungan Majeluk (rumah) ke Jalan Majapahit.

lombok taksi 7 seater

Jarak yang ditempuh kali ini tidaklah sejauh rute pertama tadi. Jadi lagi-lagi saya coba perkirakan bahwa total argometer nantinya tidak lebih dari 50rb. Jika dan hanya jika tarif taksi jenis 7 seater (Blue Bird Van) tersebut memang sama dengan jenis sedan. Benar saja, setibanya di tempat tujuan terlihat argometer menampilkan nominal 48,790. Nah…benar bukan tebakan saya? Berarti tarif taksinya tetap sama, meski menggunakan unit dengan jumlah kursi (seater) berbeda. Oke yaa, gak usah ragu pesan Lombok Taksi 7 Seater, tarifnya sama kok!

lombok taksi 7 seater

Berapa sih Tarif Lombok Taksi?

Mungkin ada yang bertanya-tanya, memangnya berapa sih tarif Lombok Taksi saat ini? Dari sumber yang saya dapatkan, berikut beberapa informasi yang perlu teman-teman ketahui terkait tarif tersebut:

  • Argo awal (saat buka pintu) Rp5.500,- per km (hanya untuk 1 km pertama)
  • Selanjutnya berlaku tarif Rp390,- per 100 meter atau Rp3.900,- per km
  • Minimum payment Rp15.000,- (hanya berlaku jika penumpang melakukan pemesanan/order)
  • Jika taksi di-stop di jalan, maka minimum payment tidak berlaku

Sayangnya saya lupa nih menanyakan ke pihak Lombok Taksi tentang ada atau tidaknya biaya jika taksi harus menunggu. Tapi kalau coba hitung sendiri sih ya emang cocok. Ada yang mau coba hitung sendiri? Kebetulan tuh pas tiba di tempat tujuan dan mau bayar ke drivernya, saya dikasih struk sebagai bukti perjalanan. Di sana tercantum jarak yang ditempuh selama perjalanan menggunakan unit tersebut, yaitu sejauh 9km-an lebih.

lombok taksi 7 seater

Jadi gimana rasanya naik unit Lombok Taksi 7 Seater? Secara keseluruhan, taksi jenis Toyota Avanza Transmover ini nyaman banget. Apalagi dengan tarif yang gak ada bedanya sama sekali dengan Lombok Taksi reguler. Sekarang naik taksi jadi bisa muat banyak penumpang, tempat taruh barang alias bagasinya juga lebih lapang. Kalau teman-teman, sudah coba Blue Bird Van seperti ini juga belum di kotanya masing-masing? Share dong di kolom komentar.

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

16 Comments

  • Didit 21 March 2019 at 6:07 pm

    Membaca cerita mbak andy, jd pngen nyobain nih hehehe. Thanks informasinya 😊😊😊

    Reply
  • Sigit Agustina 30 March 2019 at 10:07 pm

    7 seat itu cocok buat traveller yang suka berangkat bareng-bareng biar bisa share cost. Mantap nih di Lombok udah ada transportasi ramah wisatawan begini

    Reply
  • Evi 31 March 2019 at 5:10 pm

    Taksi 7 seater ini juga dapat membantu wisatawan yang akan keliling Lombok ya Mbak. Terutama kalau pergi ramai-ramai, tentunya lebih hemat. Bisa patungan soalnya

    Reply
  • Taumy Alif Firman 1 April 2019 at 6:55 am

    Di lombok namanya Lombok Taksi ya, kirain bluebird juga. Memang cocok sih Transmover buat ramai2

    Reply
  • Okti Li 2 April 2019 at 7:39 pm

    Aah ke tempat Mbak sudah lebih modern ternyata ya. Ke tempat saya jangankan taxi online, ojek online saja belum ada. Padahal Cianjur bagian selatan ini tidak jauh jauh amat dari ibu kota nagara atau ibu kota provinsi Jawa Barat

    Reply
  • Siti nurjanah 2 April 2019 at 9:11 pm

    Taksi 7 seater ini cukup membantu ya, jadi inget dulu kalau pergi sampai harus pesan 2 taksi karena kapasitasnya tak cukup

    Reply
  • Artha Amalia 3 April 2019 at 7:58 am

    Waaah jalan2 keliling lombok sekeluarga jadi nyaman. Walau cm 4 orang tapi kan bawaannya bejibun tuh. Ada kan yg gak pengn ditaruh di bagasi, misal boneka anak. Kalau 7 tempat duduk begini ya lapang banget

    Reply
  • Putu Sukartini 3 April 2019 at 2:20 pm

    Wah asik nih kalau jalan-jalan rombongan di Lombok
    Biasanya khan klo traveling bawaan segambreng
    Klo 7 seat gini pasti lebih lega

    Reply
  • Ria Fasha 3 April 2019 at 2:37 pm

    Wow seru ya bisa 7 seater.. Aku disini biasanya maximal palingan 6
    Kalo bareng keluarga atau teman2 mau jalan-jalan jadi lebih hemat ya

    Reply
  • Jalan-Jalan KeNai 3 April 2019 at 3:46 pm

    Taxi favorit saya sepanjang masa, nih! Menurut saya, service Blue Bird memang belum ada yang ngalahin

    Reply
  • Ida 4 April 2019 at 7:35 am

    Mantaps 7 seat pas lah buat keluargaku. Klo buat yg traveling rame2 cocok jg nih bs sharing cost..

    Reply
  • Farhati 4 April 2019 at 8:21 am

    Karena Lombok ini destinasi wisata, jenis transmover ini pasti ngebantu banget ya kak. Yang aku senang naik taksi itu selalu lebih dekat kalau di stasiun atau bandara

    Reply
  • Afifah Mazaya 4 April 2019 at 3:13 pm

    Cocok untuk yang berpergian liburan sekeluarga besar, nih. Tinggal pesan 2 atau 3 aja cukup kayaknya.

    Reply
  • Riri Restiani 4 April 2019 at 4:02 pm

    lumayan luas yah, enak buat yg suka backpackeran bisa sharecost bareng temen, tarifnya sama pulak.. keren nih, jadi mau coba juga 😀

    Reply
  • bunda sugi 4 April 2019 at 6:14 pm

    wah kalau travelling ke lombok jadi makin seru nich, perjalanan serasa dimudahkan

    Reply
  • Liswanti 8 April 2019 at 8:04 pm

    Asyik banget nih mba, jalan-jalan pun jadi seru dan menyenangkan ya dengan Lombok Taksi. Semoga nih kesampean ke Lombok.

    Reply

Leave a Reply to Taumy Alif Firman Cancel Reply