Asuransi Kesehatan untuk Penulis Freelance? Penting Gak sih? - Blognya Andy Hardiyanti

Asuransi Kesehatan untuk Penulis Freelance? Penting Gak sih?

asuransi-kesehatan

Asuransi Kesehatan untuk Penulis Freelance? Penting Gak sih?  Tidak dapat dipungkiri bahwa belakangan ini pekerjaan sebagai freelance kian diminati. Untuk diketahui, freelance merupakan cara kerja dimana pekerjanya melakukan pekerjaan secara mandiri (lepas) tanpa terikat kontrak pada atasan. Ada banyak jenis pekerjaan yang kini sifatnya lepas seperti itu, seperti: penulis, desainer, dan lainnya. Cara kerja yang demikian menjadikan seorang freelancer lebih bebas dalam mengatur waktu kerjanya sendiri. Sebab tidak terikatnya pada kontrak, maka ia bebas menentukan kapan harus bekerja pun berlibur. Di satu sisi, fleksibelnya waktu tadi tentu menjadi hal yang menyenangkan. Akan tetapi, di sisi lain, sebagai freelancer juga berarti harus mempersiapkan semuanya sendiri. Mengapa? Karena tentu saja tidak ada tunjangan/tanggungan ini itu yang biasanya disiapkan perusahaan. Beberapa diantaranya yaitu: tempat tinggal, kendaraan hingga yang terpenting yaitu asuransi.

Asuransi Kesehatan untuk Penulis Freelance? Penting Gak sih?

Jadi, penting gak sih asuransi kesehatan untuk penulis freelance? Menurut saya, penting banget! Bahkan sebenarnya tidak hanya untuk penulis lepas, seluruh freelancer tentu sebaiknya memiliki asuransi kesehatan. Begadang bermalam-malam menyelesaikan tulisan, riset berhari-hari, hingga yang harus melakukan perjalanan dari satu daerah ke daerah lainnya. Ketika pada akhirnya tubuh sudah mulai lelah, maka terkadang lebih mudah dihinggapi penyakit. Meski kita selalu berharap dan berdoa agar tetap berada dalam kondisi baik. Tidak salahnya juga kan untuk mengantisipasi terjadinya kondisi-kondisi yang tidak diinginkan? Sekadar pergi memeriksakan diri ke dokter, atau lebih buruknya bila sampai harus opname di rumah sakit.

Baca Juga: Asuransi Jiwa, Ayah dan Mereka yang Berkisah

Bisa dibayangkan berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk layanan tersebut. Oh ya, memang kebanyakan dari kita kini telah memanfaatkan yang namanya BPJS. Ketika kita bekerja di perusahaan atau pekerjaan yang terikat kontrak, maka BPJS adalah hal yang wajib. Apabila tidak, maka kita pula disarankan untuk mendaftarkan diri di sana. Tapi dari yang saya baca, banyak sekali yang mengeluhkan keribetan prosesnya. Padahal rasa sakit tentu tidak bisa diajak menunggu, bukan? Itulah mengapa saya sangat menyarankan agar sebagai penulis freelance, kita sebaiknya memiliki asuransi tambahan di luar BPJS. Baik asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Mengapa? Karena saat kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat, kita tidak lagi direpotkan oleh proses administrasi yang ribet.

Menghemat Biaya Berobat dengan Asuransi Kesehatan yang Tepat

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat mengidap penyakit serius. Penyakit tersebut termasuk satu dari 10 daftar penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Seingat saya, saya dirawat di rumah sakit selama 2 minggu waktu itu. Berkali-kali disuntik, menghabiskan belasan (bahkan lebih) botol infus, dan banyak sekali obat. Rasanya sampai mati rasa sama tajamnya jarum suntik. Saat dinyatakan boleh pulang dan rawat jalan saja, saya bahagia sekali. Benar-benar sudah rindu rumah dan ingin segera lepas dari selang infus. Tapi saya juga kepikiran berapa rupiah yang habis selama perawatan 14 hari kemarin. Melihat daftar panjang rincian biaya, menyesal juga rasanya mengapa kemarin-kemarin tidak jaga kesehatan. Hari-hari setelahnya, setiap ada teman yang membesuk di rumah, kebanyakan menyayangkan kenapa saya tidak menggunakan asuransi kesehatan.

Baca Juga: Tren Berobat ke Malaysia, Mulai dari Medical Check Up Hingga Mencari Second Opinion

Kata mereka, asuransi kesehatan bisa menghemat biaya berobat. Takdir Allah tidak ada yang tahu bukan, kita selalu berdoa agar diberi keselamatan. Tapi jika ditakdirkan jatuh sakit dan harus berobat, setidaknya bisa lebih hemat dengan asuransi kesehatan. Terlebih lagi jika kita bukan tipikal orang yang selalu menyiapkan dana darurat. Tentu saja kalian juga harus pintar-pintar memilih asuransi kesehatan yang tepat. Misalnya dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:

  • pahami apa yang menjadi kebutuhan kalian
  • bandingkan antara satu jenis asuransi dengan asuransi lainnya
  • sesuaikan lagi dengan anggaran yang dimiliki
  • cek kembali kredibilitas perusahaan asuransi
  • pahami cara kerja atau sistem yang diterapkan

Selain poin-poin di atas, tentu masih ada lagi hal-hal yang harus dipertimbangkan saat memilih asuransi kesehatan. Namun yang terpenting, apapun pekerjaan kita (entah sebagai pegawai maupun freelancer) pastikan untuk memiliki asuransi ya. Asuransi kesehatan aja dulu deh, buat jaga-jaga aja. Sambil berdoa agar kita senantiasa diberi kesehatan. Sekaligus menyiapkan sesuatu agar (jika) kelak jatuh sakit tidak lagi repot berpikir harus bagaimana membayar biaya berobatnya.

Nah, kalau menurut teman-teman gimana? Asuransi kesehatan untuk penulis freelance itu penting gak sih?

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

1 Comment

  • Didit 28 July 2019 at 11:13 pm

    Bagi sya sangat penting mbak. Apalagi jaman skrg biaya obat2an mulai mahal. Skali berobat bisa menghabiskan 200ribu (minimal)

    Reply

Leave a Comment