Icip-icip Es Ce Hun Tiau Pontianak di Balikpapan Posted on 30 September 20261 October 2026 By andyhardiyanti Pertama kali mencoba minuman tradisional khas Pontianak ini di Balikpapan. Rasanya unik, perpaduan segar, manis, dan gurih. Umumnya disebut sebagai minuman pencuci mulut, tapi menurut saya sih, dalam seporsi sajiannya saja sudah cukup menuntaskan rasa lapar. Saya bahkan tidak sanggup menghabiskan es yang terbuat dari tujuh bahan utama tersebut, kala itu saya menyatapnya bersama anak saya, segelas berdua. Oh ya, perjumpaan saya dengan kuliner asal kota Pontianak, Kalimantan Barat, ini sebenarnya terjadi secara tidak sengaja. Tepatnya saat mudik ke Balikpapan lebaran kemarin, kami menyempatkan diri motoran keliling kota. Belum sampai tujuan, eh hujan turun dengan derasnya. Sangat deras, dan lama. Kami terjebak di deretan ruko di kawasan Balikpapan Baru. Sebagian besar adalah perkantoran, sampai kemudian mata saya tertuju pada satu bangunan dengan plang di depannya: Ce Hun Tiau Pontianak. Iseng googling untuk sekadar cari tahu itu apa, kemudian kami putuskan untuk melanjutkan berteduh di sana saja. Kedai Khusus Dessert dan Makanan Ringan Begitu masuk ke dalam kedai (atau kafe ya sebutannya?), staf yang bertugas langsung menyapa kami dan menyodorkan buku (eh papan) menu. Kalau teman-teman berpikir untuk makan berat, bukan di sini tempatnya. Tidak banyak tersedia pilihan menu, hanya ada aneka dessert dan snack. Sepertinya fokusnya memang ke sana, untuk jadi tempat minum es dan ngemil saja. Saya lihat layout dan jumlah kursi dan meja juga tidak banyak, dan kayaknya bukan untuk duduk lama. Oke, balik lagi. Jadi untuk pilihan minuman dan dessert-nya, yaitu: Kolak Pontianak, Cendol Nangka, Ce Hun Tiau, Bubur Ketan Hitam, Es Kacang Merah, Kopi Cendol, Es Bongko, Es Sari Kacang, Air Tahu, Air Kiamboy, Kopi Susu, dan air mineral. Harganya mulai dari 8k sampai 25k. Kemudian tersedia juga dua pilihan snack, yakni: Bakwan Pontianak dan Pisang Goreng Singkawang, seharga masing-masing 15k per porsi. Kami memesan seporsi Ce Hun Tiau, dan dua porsi Bubur Ketan Hitam. Ini untuk disantap oleh saya, suami, dan dua anak. Tadinya ingin memesan snack juga, sayangnya stoknya sedang habis. Hiks. Padahal sudah terbayar mau menyantap gorengan panas di tengah dinginnya hujan di luar, yang ada malah jajan es. Hahaha. Mengenal Ce Hun Tiau Entahlah kafe apa namanya, yang saya tahu di plangnya tertulis: Ce Hun Tiau Khas Pontianak. Anggap saja itu nama kafenya ya. Sudahlah penasaran lihat nama kafenya, ya tentu saja pas di sana menu yang saya pilih adalah yang digunakan sebagai nama kafe dan memang itu adalah menu utamanya. Jadi rupanya Ce Hun Tiau adalah salah satu minuman tradisional khas Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Umumnya terdiri atas tujuh bahan utama, yaitu cincau, kacang merah, ketan hitam, santan, gula merah cair, bongko atau ati pari, serta Ce Hun Tiau-nya sendiri yang terbuat dari tepung sagu dan berbentuk menyerupai mie (hasil mengingat-ingat obrolan dengan staf di sana dan cari di Wikipedia). Saya sempat berpikir Ce Hun Tiau-nya itu yang berupa balok persegi panjang berwarna hijau, eh ternyata itu adalah bongko. Adonan hijau yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan jus daun pandan, yang dimasak hingga mengental lalu dipotong-potong. Dari sumber yang saya baca di Wikipedia, hidangan tersebut pertama kali dibawa oleh komunitas Tionghoa ketika mereka menetap di Pontianak, dan sejak itu berkembang menjadi salah satu kuliner khas yang cukup populer di kota tersebut Perpaduan Rasa Segar dalam Segelas Besar Es Ce Hun Tiau Saya yang sebenarnya jarang mencoba hal baru, dan lebih suka cari aman saja memesan menu yang -sebelumnya sudah ditahu- kali ini sungguh excited. Rasanya bakal seperti apa ya? Dingin-dingin begini makan es/minuman dingin aman gak sih? Sambil menunggu staf/pelayan kafe menyajikan desert yang kami pesan, ada rasa kagum dan syukur dalam hati: wah lumayan nih, jadi sempat coba kuliner khas Pontianak, padahal belum pernah ke sana. Cobainnya malah di Balikpapan. Hahaha. Kagumnya karena kalau dilihat-lihat, komposisi dari es Ce Hun Tiau ini tuh bisa dibilang gluten-free lho. Juara emang ya, orang tua kita dulu, bahan-bahan makanan/minuman bahkan camilannya pada sehat dan alami semua. Tim Diaduk atau Tidak? Tidak lama kemudian, pesanan kami tiba. Wow, porsinya besar ternyata! Duh, ini bisa saya habiskan tidak ya? Gak mungkin dong disisakan begitu saja, mubazir nanti. Bismillah, saya coba dulu. Saya putuskan untuk tidak mengaduknya, mau coba jadi tim bubur eh tim Ce Hun Tiau tidak diaduk wkwk. Rasanya unik, perpaduan gurih dan manis, tapi karena tidak diaduk dan santannya (sepertinya santan beku) berada di bagian atas, jadi rasa gurihnya lebih duluan menyapa. Akhirnya saya coba untuk mengaduk rata isi di dalam gelas besar tersebut, agar es batunya/dinginnya lebih merata, demikian juga dengan rasanya. Nah! Kali ini baru rasanya lebih homogen. Tercampur rata. Perpaduan segar, gurih, dan manisnya seimbang. Kekhawatiran saya bahwa rasanya bakal enek, ternyata tidak sama sekali. Tapi sungguh, porsinya memang besar sih. Tadinya saya dan suami itu jatahnya segelas sendiri, sedangkan anak-anak segelas berdua (mereka masih kecil-kecil), pada akhirnya, saya tetap meminta bantuan mereka untuk menghabiskan. – Mungkin karena bahan-bahan yang digunakan itu alami, lancar-lancar saja perjalanannya melintasi kerongkongan saya. Tidak ada rasa gak enak setelahnya, segar saja, kenyang. Mungkin karena komposisinya memang berat ya? Hahaha. Eh tapi bagus lho ini dicoba, bahan-bahannya kan udah mengandung karbohidrat (dari tepung beras, ketan, tepung sagu), protein (kacang merah), lemak (santan), dan banyak kandungan dalam gula merah. Teman-teman ada yang pernah coba Es Ce Hun Tiau juga? Santapnya di kota kalian atau langsung di Kota Pontianak? Culinary
Culinary Cara Mudah Membuat Pizza Tanpa Oven Posted on 24 July 20153 December 2016 Teman-teman tau pizza? Siapa sih yang tidak kenal pizza. Makanan asal Italia yang umumnya dibuat berbentuk lingkaran ini merupakan makanan favorit banyak orang. Rasanya yang lezat rupanya sebanding pula dengan harganya, untuk menikmati satu loyang pizza yang disajikan di restoran-restoran pizza, anda perlu merogoh kocek yang ‘lumayan’. Tentu dompet bisa… Read More
Culinary Viand Bevande Peanut Butter, Makes Your Food Much Better Posted on 7 October 20209 October 2020 Viand Bevande Peanut Butter, Makes Your Food Much Better. Viand Bevande Peanut Butter merupakan selai kacang yang dibuat dari bahan pilihan dan berkualitas. Tidak hanya terasa lezat, tetapi juga kaya manfaat. Kalau disuruh memilih: roti atau nasi, tentu saja saya akan memilih roti. Mama saya sampai sekarang sering heran, karena… Read More
Culinary Dapoer Samawa: Ngemall Sambil Menikmati Kuliner Khas Sumbawa Posted on 24 March 20163 December 2016 Dapoer Samawa: Ngemall Sambil Menikmati Kuliner Khas Sumbawa. Lombok baru saja memiliki mall (pusat perbelanjaan) yang terbilang besar, Lombok Epicentrum Mall namanya. Ada banyak resto-resto baru di sana, terutama yang menyajikan western food dimana sebelumnya resto-resto tersebut belum membuka satu pun cabang di Lombok. Kehadiran resto-resto tadi tentu menjadi kabar… Read More