12 Hari, 400 KM, Misi Berjalan Kaki Fiona Forrest Demi Anak-Anak Lombok, Tuntas! Posted on 16 October 201616 October 2016 By andyhardiyanti 12 Hari, 400 KM, Misi Berjalan Kaki Fiona Forrest Demi Anak-Anak Lombok, Tuntas! Fiona Forrest, seorang ibu berkebangsaan Australia memulai misinya berjalan kaki keliling Lombok yang diberi nama “The ACAM Great Lombok Walk” sejauh 400 km pada 1 Oktober 2016 lalu. Bukan sekadar berjalan kaki, namun perjalanan ini bertujuan untuk menggalang dana demi terciptanya sebuah rumah singgah bernama “house of hope” bagi anak-anak di Lombok. Ya, house of hope tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal bagi anak-anak yang menderita penyakit tertentu dan tidak mempunyai dana yang cukup untuk melakukan pengobatan di Lombok. Setelah menghabiskan waktu selama 12 hari, tepat di tanggal 12 Oktober 2016 kemarin Fiona Forrest menuntaskan perjalanannya. Sebuah misi yang keren, inspiratif dan tentu saja luar biasa dari seorang wanita berusia 55 tahun. Keliling Lombok Sejauh 400 KM Selama 12 Hari Saya pernah menulis tentang Fiona Forrest sebelumnya (yang bisa teman-teman baca di sini), tentang ia yang berjalan kaki demi sebuah misi kemanusiaan, juga tentang Endri Susanto- seorang pemuda asli Lombok yang berada di belakang Endri Foundation, sebuah yayasan yang menjadi cilak bakal dilaksanakannya program “The ACAM Great Lombok Walk” tersebut. Perjalanan yang dimulai dan diakhiri di titik Lokok Aur Bayan, Lombok Utara ini dilakukan sesuai dengan peta pada gambar di atas. Fiona memulai hari pertamanya dengan menempuh jarak sejauh 32,5 km. Jarak tersebut telah melebihi target yang ditetapkannya, yaitu sejauh 31 km. Demikian pula di hari-hari selanjutnya, Fiona melakukan misi berjalan kakinya dengan sangat baik. 400 km bukanlah angka yang sedikit, terlebih lagi bagi seorang ibu berusia 55 tahun. Dan Fiona telah membuktikan itu semua, perihal aksi “gilanya” yang tidak sekadar gila tetapi ada tujuan besar di sana. Perihal bagaimana ia dapat memberikan manfaat bagi sesama, bagi anak-anak kurang mampu di Lombok pada khususnya. Meskipun tidak sesuai dengan rencana awal, yaitu usai mengelilingi Lombok rencananya Fiona Forrest bersama dengan sejumlah pendaki lain akan melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. Akan tetapi karena pintu gerbang Gunung Rinjani yang sedang ditutup untuk sementara waktu, maka misi berjalan kaki tersebut berakhir sebagaimana gambaran pada peta di atas. Fiona Forrest dan Kecintaannya Pada Anak-Anak Lombok Salah seorang dari tim “The ACAM Great Lombok Walk” yang juga adalah suami saya #eaaa pernah menuliskan status berikut pada media sosialnya di awal-awal perjalanan Fiona. Me: “You can’t do this, Fiona. It’s gonna be really hard” Fiona: “Then it’s better I cut off my legs”. Those children need people to do something for them. This is what I am gonna do. Me: *speechless — That was a conversation between me and Fiona Forrest few weeks ago. And now she is somewhere in, maybe in Lombok Timur, continuing her journey: “The ACAM Great Lombok Walk”. This is a 400km walk around Lombok, to gain donation for Lombok Forgotten Children (sick and disabled children in Lombok) having a House of Hope (Rumah Singgah). Let’s do anything we can do, to help Fiona and her mission. If you are having a lot of money, you can donate some. If you are blogger or journalist, you can write and do some publication about it. If you are a social media activist, you can make her mission become viral, hoping a lot of people will become more aware that there are a lot of children still needing our help. Beughh… itu orang sebelah repot-repot mikirin anak-anak di Lombok. Saya sendiri yang orang Lombok apa kabarnya 🙁 Salut sama perjuangan yang dilakukan Fiona. Dimana sepanjang perjalanannya keliling Lombok ini, dia pun menyempatkan diri singgah ke beberapa rumah anak-anak yang sakit serta para penyandang disabilitas di Lombok. Bertemu Langsung dengan Fiona di Acara Charity Lunch Setelah Fiona menyelesaikan misinya di tanggal 12 Oktober 2016 kemarin, akhirnya saya bisa bertemu langsung dengan beliau pada acara Charity Lunch menyambut datangnya Fiona di La Chill Bar hari ini. Fiona menyapa saya dengan ramah dan mengucapkan terima kasih atas tulisan saya tempo hari. Duh yaa..padahal tulisan saya masih ala ala gitu 😀 Acara Charity Lunch ini diselenggarakan untuk menyambut serta memberi selamat kepada Fiona Forrest dan tim yang telah kembali dari misinya berjalan kaki. Selain itu, juga masih merupakan bagian dari penggalangan dana untuk membangun rumah singgah “House of Hope” bagi anak-anak di Lombok. Pada acara Charity Lunch yang diadakan Minggu 16 Oktober 2016 tersebut, Fiona Forrest mengumumkan pula secara resmi berapa besar dana yang terkumpul dari program “The ACAM Great Lombok Walk” yang dilakukannya kemarin. Ada yang bisa tebak? Saya dong, tebakannya jauh banget 😀 Yaps, total dana yang terkumpul dari misi perjalanan Fiona keliling Lombok adalah sebesar 65000 AUD (Australian Dollars). Iya, 65000 AUD gaess.. yang kalau dirupiahkan bakal jadi sekitar 600juta! *terharu. Dana yang terkumpul tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun rumah singgah “House of Hope”. Sebuah tempat perawatan bagi anak-anak yang sakit dan penyandang disabilitas di Lombok. Fiona dan Tim Endri Foundation, usai mengumumkan total dana yang terkumpul Dear, Fiona. Semoga lancar terus rejekinya yaa.. Sehat Selalu dan I Love You so much. Kalau gak ngerti saya nulis apa, coba tanya sama orang-orang sekitar yang ngerti yaa.. Jangan pakai gugel translate #eh 😀 Inspirasi endri foundationfiona forrestfiona unityLombok
Inspirasi Peringatan Hari Bumi Sedunia, Bagaimana Kita Merayakannya? Posted on 23 April 202224 April 2022 Peringatan Hari Bumi Sedunia, Bagaimana Kita Merayakannya? Tahukah teman-teman bahwa peringatan hari bumi jatuh pada tanggal 22 April? Ya, kita mengenalnya dengan nama Earth Day. Baru beberapa hari yang lalu kita rayakan. Lantas bagaimana sebaiknya cara kita merayakannya? Apakah dengan membuat spanduk dan banyak selebaran yang bertuliskan ‘Ayo Jaga Bumi’?… Read More
Inspirasi Abhy Summer, Penyanyi Asal Bima NTB yang Menginspirasi Posted on 22 July 202030 December 2020 Abhy Summer, Penyanyi Asal Bima NTB yang Menginspirasi. Abhy Summer adalah penyanyi asal Bima yang baru saja merilis album perdananya yang berisi sepuluh lagu pilihan bertajuk Black and Blue. Tak hanya jago bernyanyi, Abhy pun memiliki sejumlah talenta yang tentunya menginspirasi kita semua. Ya, pria kelahiran Raba Bima, 21 September… Read More
Inspirasi ABC Woodentoys, Mainan Edukatif dengan Semangat Inklusif untuk Anak Bangsa Cerdas dan Kreatif Posted on 30 September 20252 October 2025 Suatu siang sepulang dari sekolah, ada pemandangan yang berbeda: puteri kecil saya, Tita, sedang asyik memainkan aneka mainannya di ruang tengah. Saya memang sedang beberes rumah, ada satu kotak mainan yang baru ditemukan. Isinya bervariasi, salah satunya ada mainan edukatif berbahan kayu (puzzle, permainan keseimbangan hewan, dll). Pemandangan ini saya… Read More
wow, 400 km jalan kaki. luar biasa semangatnya ya, mba Andy. aku aja jalan kaki 2-3 km udah kecapekan, hehe. Reply
Ya ampun Mbak, aku sampai merinding pas baca bagian Then, it’s better to cut off my legs …. Euuuh, salut banget dengan semangatnya. Menginspirasi. Pengen banget berkenalan dengan orang-orang seperti ini. Reply
Nyess banget kata-katanya ya mbak. Terus gitu dia masih semangat aja pas charity lunch..gak ada tampang-tampang gempor habis jalan 400km 😀 😀 Semangatnya luar biasahhhhh Reply
Super banget. Saya baru tahu nih Mbak soal Fiona. Kepeduliannya layak ditiru, membuat kita malu untuk bisa peduli pada kondisi sekitar.. Reply
Iya mas. Tulisan kayak gini nih yang saya pengen banyak diberitakan 🙁 Tapi ini kok perasaan saya doang yang nulis. Hiks Reply
Iya mbak. Ini Fiona baca tulisan saya yang sebelumnya dibantu terjemahin sama temannya hahaha.. Ya mau gimana, sayanya juga gak bisa cas cis cus inglis~ Reply
Iya nih, Dik. Diko gak mau jalan kaki keliling Semarang? Jadi Fiona chapter Semarang. Hahahahah Reply
Widih luar biasa .. 400 KM doong Hayu mba Andy kita keliling lombok juga, tapi jangan jalan kaki sepenuhnya :p Reply
Terharu sekali… Salut dengan perjuangan Fiona. Usia 55 tahun jalan kaki sepanjang 400 km itu wow banget. Malu ya kitanya yang orang indonesia, terkadang masih suka seenaknya sendiri, tapi justru Fiona yang bukan orang indonesia menunjukkan kepedulian sosialnya pada anak-anak sakit yang kurang mampu. 🙂 Reply
Betul sekali mbak. Sebelum aksinya di Lombok ini, dia juga pernah melakukan hal yang sama di Bali. Jalan kaki keliling Bali. Reply
ah keren fiona, salut deh sama warga asing yang care banget sama kita, aku kayanya gak sangkup berjalan sejauh itu Reply
Inspiring ya mba… 400km, kalau saya pasti gempor deh…xixi…salut.. semoga Fiona sukses dan blessfull dengan misinya Reply
Sungguh sangat menginpirasi, padahal beliau itu WNA, tapi peduli dengan rakyat kita yang Indonesia Reply
Alhamdulillah mbak. Semoga “House of Hope” bisa segera dibangun dan bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan. Reply
Kayaknya #TurisManja nggak cocok nih jalan bareng Fiona :)) But, overall semangatnya patut diberi apresiasi! Reply
Mba, aku mau diajakin juga dong jalan 400km siapa tau jadi kurus hahaha. Tapi beneran keren acaranya bisa kumpulin donasi sebanyak itu. Berkah buat semuanya ya mba ? Reply
Beughh..kurus… Gempor, iya! Hahahahaha.. iya mbak Alhamdulillah nih 🙂 Gak nyangka juga bisa mencapai angka tersebut. Reply
Kemarin pas acara charity lunch baru deh saya lihat para WNA itu nangis terharu semua lihat video perjalanannya Fiona. Reply
sosok yang menginspirasi, bergerak untuk kebaikan. Semoga kita jg bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama dan alam semesta. Amin Reply
Aiih terharu. Mbak Fiona yang orang asing mampu berbuat banyak untuk anak2 Lombok. Semoga Mbak Fiona sehat2 terus ….. Reply